Niat yang kuat telah ditancapkan untuk belajar
Untuk menambah ilmu
Ilmu tentang kehidupan
Sampai tiada hentinya mengafirmasinya dalam doa
Memohon bimbinganNya
Mengharap Tuhan memberikan petunjuk
Tapi mengapa dalam waktu yang sama
Kita mengabaikan segala kejadian pada diri dan di sekitar kita
Menutup kepekaan hati dan pikiran kita
Terhadap suara rintik hujan yang jatuh
Padahal melalui kejadian-kejadian itulah
Tuhan memberikan pengetahun
Memberikan petunjuk
Kepada kita
Tapi mengapa pada saat yang sama
Kita mengabaikan orang yang ditemui
Padahal setiap orang yang ditemui
Merupakan guru bagi kita untuk belajar
Termasuk bertemu orang yang menjengkelkan kita sekalipun
Kenapa kita menyebut tv hitam putih itu bukan tv warna?
Padahal warna putih itu ya salah satu warna pelangi
Kurang tepat kalau kita mengatakan ada tv warna dan ada tv hitam putih
Jadi
Kurang tepat juga untuk mengatakan ada orang buta warna
Padahal abu-abu juga termasuk salah satu warna
Barangkali yang lebih tepat adalah
"TV ku warnanya lebih banyak"
atau
"aku dapat melihat warna lebih banyak"
Begitu ibaratnya
Dikala kita mengatakan bahwa keyakinan orang lain hanyalah sebuah konsep
Padahal apa yang kita yakini tidak lain sebuah konsep juga
Hanya saja, kita merasa lebih pas dengan konsep yang kita yakini
Menjadi orang yang terbuka
Adalah bagian dari kesiapan untuk belajar
Untuk menerima hal-hal yang lebih baru
Termasuk menerima bahwa konsep kita tidak sepenuhnya benar
Menjadi orang yang terbuka
Ibaratnya menyiapkan buku tulisnya
Yang akan kita isi dengan catatan baru